Selasa

BAJU GAMIS BUSANA MUSLIM TREND 2017 TERBARU Aneka Model Baju Gamis Syari Hijaber Cardigan Wafel Jersy Sifon Walfish JaguarTerbaru Edisi 2017

  • Contact  : Mama Fauzan
  • HP/ WA : 085880141499 / 081288273667

GM1
Gamis Syari  Terbaru Trend
Bahan Bublecrepe + Khimar
Uk Allsize
Harga  180.000
GAMIS BAJU BUSANA MUSLIM  TREND 2016-2017 TERBARU
GM2
Gamis Melica  Brukat Terbaru Trend
Bahan Spandek komb Brukat + Pashmina
Uk Allsize
Harga  150.000
GM3
Gamis Syari  Terbaru Trend
Bahan Bublecrepe + Khimar
Uk Allsize
Harga  180.000
GAMIS BAJU BUSANA MUSLIM  TREND 2016-2017 TERBARU
 GM4
Gamis Syari Ciara Terbaru Trend
Bahan Jersy + Khimar
Uk Allsize
Harga  125.000
GAMIS BAJU BUSANA MUSLIM  TREND 2016-2017 TERBARU
GM5
Gamis Syari Safira Terbaru Trend 2016
Bahan Jersy komb renda + khimar
Uk Allsize
Harga  105.000
GM6
Gamis Syari  Terbaru Trend 2016
Bahan Scarb Buble + Khimar
Uk Allsize
Harga 180.000
GM7
Gamis Syari  Terbaru Trend
Bahan Bublecrepe + Khimar
Uk Allsize
Harga  180.000
GM8
Gamis Syari  Terbaru Trend
Bahan Bublecrepe + Khimar
Uk Allsize
Harga  180.000
GAMIS BAJU BUSANA MUSLIM  TREND 2016-2017 TERBARU
 GM9
Gamis Syari Lyra Busui Terbaru Trend 2016
Bahan Satin Kosibo, no khimar
Uk Allsize
Harga 130.000
GAMIS BAJU BUSANA MUSLIM  TREND 2016-2017 TERBARU

GAMIS BAJU BUSANA MUSLIM  TREND 2016-2017 TERBARU
 GM11
Gamis Salma Terbaru Trend
Bahan Katun
Uk Allsize
Harga  100.000
GAMIS BAJU BUSANA MUSLIM  TREND 2016-2017 TERBARU
 GM12
Gamis Salma Terbaru Trend
Bahan Katun
Uk Allsize
Harga  100.000
GM15
Gamis Busui Maxmara Terbaru Trend
Bahan Maxmara 4m, Karet Belakang
Uk Allsize
Harga  140.000
GM16
Gamis Busui Maxmara Terbaru Trend
Bahan Maxmara 4m, Karet Belakang
Uk Allsize
Harga  140.000
GM17
Gamis Syari  Batik Terbaru Trend
Bahan Bublecrepe + Khimar
Uk Allsize
Harga  180.000
GAMIS BAJU BUSANA MUSLIM  TREND 2016-2017 TERBARU
GM19
Gamis Jaeya Terbaru Trend 2016
Bahan Jersy + Khimar
Uk Allsize
Harga  155.000
 GM23
Gamis Couple Ibu Anak Terbaru Trend 2016
Bahan Spandek Korea + Khimar
Uk Allsize
Harga  190.000
GAMIS BAJU BUSANA MUSLIM  TREND 2016-2017 TERBARU
 GM24
Gamis Manik Terbaru Trend 2016
Bahan Walvis Satin
Uk S
Harga  165.000
GM25
Gamis Tunik  Terbaru Trend
Bahan Balotelly Songket
Uk Allsize
Harga  135.000
GM27
Gamis  Renda Terbaru Trend
Bahan Bublecrepe
Uk Allsize
Harga  150.000
GM28
Gamis Tunik  Terbaru Trend
Bahan Balotelly Songket
Uk Allsize
Harga  135.000
GM31
Tunik Busui Terbaru Trend
Bahan Almond
Uk Allsize
Harga  100.000
GM32
Tunik Busui Terbaru Trend
Bahan Almond
Uk Allsize
Harga  100.000



BAJU GAMIS STELAN KULOT ROK BUSANA MUSLIM TERBARU 2017, Gamis Syar'i 2017, Gamis Braso 2017, Gamis Maxi 2017, Famis Cardigan 2017 Murah, Gamis Qhumaisyah 2017, Gamis Jean Terbaru, Aneka Grosir Busana Gamis Terbaru Murah Trend 2017, Grosir Busana Muslim Murah Terbaru 2017, Fashion Gamis Muslim Desain Trend 2017, Baju Gamis Terbaru Desain 2017 Harga Grosir, Rok Celana Grosir, Gamis Kaftan Grosir, Busana Muslim Harga Grosir, Baju Trend 2017, Model Baju Gamis Terbaru 2017, Rok 2017, Aneka Jilbab Model Rambut 2017, Aneka Jibab Turban 2017

HIJAB MENURUT ISLAM Perintah dan Hukum Memakai Jilbab Bagi Wanita Muslim

Hukum Jilbab Bagi Wanita Muslim-Apakah kita sebagai wanita muslim wajib memakai jilbab dan Bagaimana hukum memakai jilbab? Mungkin pertanyaan itu yang muncul dalam benak wanita muslim. Apalagi dewasa ini banyak wanita kebanyakan tidak memakai jilbab. 

Perintah dan Hukum Memakai Jilbab Bagi Wanita Muslim

Apakah kita pernah mendengar dalam ceramah agama. Dalm ceramahnya ada yang mengatakan seorang wanita yang tidak memakai jilbab, jangankan masuk surga, bau surganya saja tidak diizinkan Allah.

Subhanaalah apakah kita sebagai wanita muslim tidak menyadari kalimat di atas ini adalah suatu ancaman bagi wanita muslim. Mari kita perhatikan sepenggal cerita dibawah ini

Hukum Memakai Jilbab

Salah seorang perempuan cerdik & shalihah Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah berkata: “Sungguh, musuh-musuh Islam telah mengetahui bahwa keluarnya kaum perempuan dgn mempertontonkan aurat adalah sebuah gerbang diantara gerbang-gerbang menuju kejelekan & kehancuran. Dan dgn hancurnya mereka maka hancurlah masyarakat. Oleh karena itulah mereka sangat bersemangat mengajak kaum perempuan supaya rela menanggalkan jilbab & rasa malunya…” (Nasihati li Nisaa’, hal. 91)

Beliau juga mengatakan: “Sesungguhnya persoalan tabarruj (mempertontonkan aurat) bukan masalah ringan karena hal itu tergolong perbuatan dosa besar.” (Nasihati li Nisaa’, hal. 95)
Allah ta’ala berfirman,

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

“Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian utk menutup auratmu & pakaian indah utk perhiasan. & pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raaf: 26)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang aurat, maka beliau bersabda, “Jagalah auratmu, kecuali dari (penglihatan) suamimu atau budak yang kau punya.” Kemudian beliau ditanya, “Bagaimana apabila seorang perempuan bersama dgn sesama kaum perempuan ?” Maka beliau menjawab, “Apabila engkau mampu utk tak menampakkan aurat kepada siapapun maka janganlah kau tampakkan kepada siapapun.” Lalu beliau ditanya, “Lalu bagaimana apabila salah seorang dari kami (kaum perempuan) sedang bersendirian ?” Maka beliau menjawab, “Engkau lebih harus merasa malu kepada Allah daripada kepada sesama manusia.” (HR. Abu Dawud [4017] & selainnya dgn sanad hasan, lihat Fiqhu Sunnah li Nisaa’, hal. 381)

Perintah Berjilbab

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu & isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah utk dikenal, karena itu mereka tak di ganggu. & Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di berkata: “Ayat yang disebut dgn ayat hijab ini memuat perintah Allah kepada Nabi-Nya agar menyuruh kaum perempuan secara umum dgn mendahulukan istri & anak-anak perempuan beliau karena mereka menempati posisi yang lebih penting daripada perempuan yang lainnya, & juga karena sudah semestinya orang yang menyuruh orang lain utk mengerjakan suatu (kebaikan) mengawalinya dgn keluarganya sendiri sebelum menyuruh orang lain. Hal itu sebagaimana difirmankan Allah ta’ala (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian & keluarga kalian dari api neraka.” (Taisir Karimir Rahman, hal. 272)

Abu Malik berkata: “Ketahuilah wahai saudariku muslimah, bahwa para ulama telah sepakat wajibnya kaum perempuan menutup seluruh bagian tubuhnya, & sesungguhnya terjadinya perbedaan pendapat –yang teranggap- hanyalah dlm hal menutup wajah & dua telapak tangan.” (Fiqhu Sunnah li Nisaa’, hal. 382)

Perintah Mengenakan Jilbab/Hijab Khusus utk Isteri Nabi?

Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah berkata: “Ada segolongan orang yang mengatakan bahwa hijab (jilbab) adalah dikhususkan utk para isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebab Allah berfirman (yang artinya): “Wahai para isteri Nabi, kalian tidaklah seperti perempuan lain, jika kalian bertakwa. Maka janganlah kalian melembutkan suara karena akan membangkitkan syahwat orang yang di dlm hatinya tersimpan penyakit. Katakanlah perkataan yang baik-baik saja.” (QS. Al-Ahzab: 32) 

Maka jawabannya adalah: Sesungguhnya kaum perempuan dari umat ini diharuskan utk mengikuti isteri-isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa sallam kecuali dlm perkara yang dikhususkan oleh dalil. Syaikh Asy-Syinqithi mengatakan di dlm Adhwa’ul Bayan (6/584) tatkala menjelaskan firman Allah: “Apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka (isteri Nabi) maka mintalah dari balik hijab, yang demikian itu akan lebih membersihkan hati kalian & hati mereka…” (QS. Al-Ahzab: 53) 

Alasan hukum yang disebutkan Allah dlm menetapkan ketentuan ini yaitu mewajibkan penggunaan hijab karena hal itu lebih membersihkan hati kaum lelaki & perempuan dari godaan nafsu di dlm firman-Nya, “yang demikian itu lebih membersihkan hati mereka & hati kalian.” merupakan suatu indikasi yang sangat jelas yang menunjukkan maksud keumuman hukum. Dengan begitu tak akan ada seorangpun diantara seluruh umat Islam ini yang berani mengatakan bahwa selain isteri-isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa sallam tak membutuhkan kebersihan hati kaum perempuan & kaum lelaki dari godaan nafsu dari lawan jenisnya…” 

“Beliau berkata: “Dengan keterangan yang sudah kami sebutkan ini maka anda mengetahui bahwa ayat yang mulia ini menjadi dalil yang sangat jelas yang menunjukkan bahwa wajibnya berhijab adalah hukum umum yang berlaku bagi seluruh kaum perempuan, tak khusus berlaku bagi para isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa sallam saja, meskipun lafal asalnya memang khusus utk mereka, karena keumuman sebab penetapan hukumnya menjadi dalil atas keumuman hukum yang terkandung di dalamnya. Dengan itu maka anda mengetahui bahwa ayat hijab itu berlaku umum karena keumuman sebabnya. Dan apabila hukum yang tersimpan dlm ayat ini bersifat umum dgn adanya indikasi ayat Al-Qur’an maka ketahuilah bahwa hijab itu wajib bagi seluruh perempuan berdasarkan penunjukan Al Qur’an.” (Nasihati li Nisaa’, hal. 94-95)

Hakikat Jilbab

Di dlm kamus dijelaskan bahwa jilbab adalah gamis (baju kurung panjang, sejenis jubah) yaitu baju yang bisa menutup seluruh tubuh & juga mencakup kerudung serta kain yang melapisi di luar baju seperti halnya kain selimut/mantel (lihat Mu’jamul Wasith, juz 1, hal. 128, Al Munawwir, cet ke-14 hal.199)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di berkata: “Yang dimaksud jilbab adalah pakaian yang berada di luar lapisan baju yaitu berupa kain semacam selimut, kerudung, selendang & semacamnya.” (Taisir Karimir Rahman, hal. 272)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan: “Jilbab adalah selendang yang dipakai di luar kerudung. Pendapat ini disampaikan oleh Ibnu Mas’ud, Abu ‘Ubaidah (di dlm Maktabah Syamilah tertulis ‘Ubaidah, saya kira ini adalah kekeliruan, -pent), Qatadah, Hasan Al Bashri, Sa’id bin Jubair, Ibrahim An-Nakha’i, Atha’ Al Khurasani & para ulama yang lain. Jilbab itu berfungsi sebagaimana pakaian yang biasa dikenakan pada masa kini (di masa beliau, pent). Sedangkan Al Jauhari berpendapat bahwa jilbab adalah kain sejenis selimut.” (Tafsir Ibnu Katsir, Maktabah Syamilah)

Syarat-Syarat Busana Muslimah

Para ulama mempersyaratkan busana muslimah berdasarkan penelitian dalil Al-Qur’an & As-Sunnah sebagai berikut:

Harus menutupi seluruh tubuh, hanya saja ada perbedaan pendapat dlm hal menutup wajah & kedua telapak tangan. Dalilnya adalah QS. An-Nuur : 31 serta QS. Al-Ahzab : 59. Sebagian ulama memfatwakan bahwa diperbolehkan membuka wajah & kedua telapak tangan, hanya saja menutupnya adalah sunnah & bukan sesuatu yang wajib.

Pakaian itu pada hakikatnya bukan dirancang sebagai perhiasan. Dalilnya adalah ayat yang artinya, “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang bisa tampak.” (QS. An-Nuur : 31) Sebagian perempuan yang komitmen terhadap syari’at mengira bahwa semua jilbab selain warna hitam adalah perhiasan. Penilaian itu adalah salah karena di masa Nabi sebagian sahabiyah pernah memakai jilbab dgn warna selain hitam & beliau tak menyalahkan mereka. Yang dimaksud dgn pakaian perhiasan adalah yang memiliki berbagai macam corak warna atau terdapat unsur dari bahan emas, perak & semacamnya. Meskipun begitu penulis Fiqhu Sunnah li Nisaa’ berpendapat bahwa mengenakan jilbab yang berwarna hitam itu memang lebih utama karena itu merupakan kebiasaan para isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pakaian itu harus tebal, tak boleh tipis supaya tak menggambarkan apa yang ada di baliknya. Dalilnya adalah hadits yang menceritakan dua golongan penghuni neraka yang salah satunya adalah para perempuan yang berpakaian tapi telanjang (sebagiamana tercantum dlm Shahih Muslim) Maksud dari hadits itu adalah para perempuan yang mengenakan pakaian yang tipis sehingga justru dapat menggambarkan lekuk tubuh & tak menutupinya. Walaupun mereka masih disebut orang yang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka itu telanjang.

Harus longgar, tak boleh sempit atau ketat karena akan menampakkan bentuk atau sebagian dari bagian tubuhnya. Dalilnya adalah hadits Usamah bin Zaid yang menceritakan bahwa pada suatu saat beliau mendapat hadiah baju yang tebal dari Nabi. Kemudian dia memberikan baju tebal itu kepada isterinya. Namun karena baju itu agak sempit maka Nabi menyuruh Usamah agar isterinya mengenakan pelapis di luarnya (HR. Ahmad, memiliki penguat dlm riwayat Abu Dawud) Oleh sebab itu hendaknya para perempuan masa kini yang gemar memakai busana ketat segera bertaubat.

Tidak perlu diberi wangi-wangian. Dalilnya adalah sabda Nabi: “Perempuan manapun yang memakai wangi-wangian kemudian berjalan melewati sekelompok orang agar mereka mencium keharumannya maka dia adalah perempuan pezina.” (HR. An-Nasa’i, Abu Dawud & Tirmidzi dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari) Bahkan Al-Haitsami menyebutkan bahwa keluarnya perempuan dari rumahnya dgn memakai wangi-wangian & bersolek adalah tergolong dosa besar, meskipun dia diizinkan oleh suaminya.

Tidak boleh menyerupai pakaian kaum lelaki. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat kaum laki-laki yang sengaja menyerupai kaum perempuan & kaum perempuan yang sengaja menyerupai kaum laki-laki.” (HR. Bukhari & lain-lain) Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat lelaki yang mengenakan pakaian perempuan & perempuan yang mengenakan pakaian laki-laki.” (HR. Abu Dawud & Ahmad dgn sanad sahih)

Tidak boleh menyerupai pakaian khas perempuan kafir. Ketentuan ini berlaku juga bagi kaum lelaki. Dalilnya banyak sekali, diantaranya adalah kejadian yang menimpa Ali. Ketika itu Ali memakai dua lembar baju mu’ashfar. Melihat hal itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ini adalah pakaian kaum kafir. Jangan kau kenakan pakaian itu.” (HR. Muslim, Nasa’i & Ahmad)

Bukan pakaian yang menunjukkan ada maksud utk mencari popularitas. Yang dimaksud dgn libas syuhrah (pakaian popularitas) adalah: Segala jenis pakaian yang dipakai utk mencari ketenaran di hadapan orang-orang, baik pakaian itu sangat mahal harganya –untuk memamerkan kakayaannya- atau sangat murah harganya –untuk menampakkan kezuhudan dirinya- Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang memakai busana popularitas di dunia maka Allah akan mengenakan busana kehinaan pada hari kiamat, kemudian dia dibakar api di dalamnya.” (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah dgn sanad hasan lighairihi) (syarat-syarat ini diringkas dgn sedikit perubahan dari Fiqhu Sunnah li Nisaa’, hal. 382-391)

Siapa Saja Yang Boleh Melepaskan Jilbab?

Allah ta’ala berfirman,

وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاءِ اللاتِي لا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَنْ يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ وَأَنْ يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَهُنَّ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid & mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), Tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dgn tak (bermaksud) Menampakkan perhiasan, & berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nuur: 60)

Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah berkata: “Yang dimaksud dgn Al-Qawa’id adalah perempuan-perempuan tua, maka kandungan ayat ini menunjukkan bolehnya perempuan tua yang sudah tak punya hasrat menikah utk melepaskan pakaian mereka.”

Imam Asy-Syaukani mengatakan: “Yang dimaksud dgn perempuan yang duduk (Al-Qawa’id) adalah kaum perempuan yang sudah terhenti dari melahirkan (menopause). Akan tetapi pengertian ini tak sepenuhnya tepat. Karena terkadang ada perempuan yang sudah terhenti dari melahirkan sementara pada dirinya masih cukup menyimpan daya tarik.”  … “Sesungguhnya mereka (perempuan tua) itu diizinkan melepasnya karena kebanyakan lelaki sudah tak lagi menaruh perhatian kepada mereka. Sehingga hal itu menyebabkan kaum lelaki tak lagi berhasrat utk mengawini mereka maka faktor inilah yang mendorong Allah Yang Maha Suci membolehkan bagi mereka (perempuan tua) sesuatu yang tak diizinkan-Nya kepada selain mereka. 

Kemudian setelah itu Allah masih memberikan pengecualian pula kepada mereka. Allah berfirman: “dan bukan dlm keadaan mempertontonkan perhiasan.” Artinya: tak menampakkan perhiasan yang telah diperintahkan utk ditutupi sebagaimana tercantum dlm firman-Nya, “Dan hendaknya mereka tak menampakkan perhiasan mereka.” Ini berarti: mereka tak boleh sengaja memperlihatkan perhiasan mereka ketika melepas jilbab & sengaja mempertontonkan keindahan atau kecantikan diri supaya kaum lelaki memandangi mereka…” (dinukil dari Nasihati li Nisaa’, hal. 87-88)

Syaikh Abu Bakar Al-Jaza’iri berkata: “Al-Qawa’idu minan nisaa’ artinya: kaum perempuan yang terhenti haidh & melahirkan karena usia mereka yang sudah lanjut.” (Aisarut Tafasir, Maktabah Syamilah)
Syaikh As-Sa’di berkata: “Al-Qawa’idu minan nisaa’ adalah para perempuan yang sudah tak menarik utk dinikmati & tak menggugah syahwat.” (Taisir Karimir Rahman, Makbatah Syamilah) Imam Ibnu Katsir menukil penjelasan Sa’id bin Jubair, Muqatil bin Hayan, Qatadah & Adh-Dhahaak bahwa makna 

Al-Qawa’idu minan Nisaa’ adalah: perempuan yang sudah terhenti haidnya & tak bisa diharapkan melahirkan anak.” (Tafsir Ibnu Katsir, Maktabah Syamilah).
Adapun yang dimaksud dgn pakaian yang boleh dilepas dlm ayat ini adalah kerudung, jubah, & semacamnya (lihat Aisarut Tafasir, Maktabah Syamilah) Meskipun demikian Allah menyatakan: “dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka.” (QS. An-Nuur: 60) 

Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri menjelaskan: Artinya tak melepas pakaian tersebut (kerudung & semacamnya) adalah lebih baik bagi mereka daripada mengambil keringanan.” (lihat Aisarut Tafasir, Maktabah Syamilah).

Penulis: Ust. Abu Mushlih Ari Wahyudi,
sumber: www.muslimah.or.id

Minggu

HIJR ISMAIL TEMPAT MUSTAJAB Sejarah dan Doa Di Hijr Ismail

Hijr Ismail - Hijr Ismail terletak di sebelah utara Kakbah, bentuknya setengah lingkaran. Hijr Ismail dibangun Nabi Ibrahim sebagai tempat berteduh sewaktu membangun Kakbah. Awalnya, Hijr Ismail termasuk dalam bagian Kakbah. Karena kekurangan biaya, mereka mengurangi bangunan Kakbah.

HIJR ISMAIL TEMPAT MUSTAJAB Sejarah dan Doa Di Hijr Ismail
Hijr Ismail ini menjadi salah satu tempat favorit jemaah haji untuk dikunjungi. Sebab, lokasi ini adalah salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Dan dianjurkan melakukan salat sunah di sana.

Dikutip dari buku 'Amalan di Tanah Suci: Membantu Haji & Umrah Anda Lebih Produktif' karya H Rafiq Jauhary, Kamis (8/9/2016), mengenai awal mula dikenal istilah Hijr sendiri terdapat dua cerita yang berbeda.

Cerita pertama mengatakan bahawa Hijr adalah Hujrah, yakni kamar yang digunakan Nabi Ismail beristirahat saat membangun Kakbah.

Cerita lainnya mengatakan bahwa Hijr adalah kuburan Nabi Ismail. Terhadap dua sumber ini pakar sejarah Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfury lebih menguatkan pada cerita pertama.

Apalagi jika dikatakan bahwa Hijr adalah kuburan Nabi Ismail. "Maka itu mustahil karena jenazah para Nabi tidak akan rusak, padahal dahulu ketika direnovasi oleh Quraisy dan di waktu lain dibangun oleh Abdullah bin Zubair, di bawahnya tidak didapati jenazah Nabi Ismail.

Dan Andaikan itu kuburan, maka kuburan tidak boleh diinjak dan diduduki. Inilah yang membuat beliau menyangsikan cerita kedua tersebut," tulis Rafiq Jauhary Pengelola Masjidil Haram tidak banyak memberi kesempatan bagi para peziarah untuk memasuki bagian dalam Kakbah.

Hanya kabilah yang berwenang dan orang-orang penting atau tamu negara yang diperkenankan masuk. "Kunci Kakbah saat ini dipercayakan pada Syaikh Shalih bin Zainal Abidin. Penyerahannya baru dilakukan 1 Muharram 1436 H setelah pemegang sebelumnya yakni Syaikh Abdul Qadir bin Thaha meninggal dunia,"ujarnya. Keduanya berasal dari kabilah asy-Syabi, dan kini Syaikh Shalih adalah pemegang kunci Kakbah ke-109 terhitung sejak pembebasan kota Makkah (Fathu Makkah).

Sejak dulu, bagian dalam Kakbah digunakan oleh bangsa Quraisy untuk menyimpan barang berharganya.

Hingga kini pun di dalam Kakbah masih tersimpan barang-barang peninggalan kuno seperti bejana dan lainnya Beberapa sahabat ada yang tidak diizinkan oleh Rasulullah SAW masuk ke dalam Kakbah dan melakukan salat di dalamnya. Bahkan Aisyah RA, istri Rasulullah juga dilarang.

Dalam sebuah hadits, dari Aisyah RA berkata: 'Saya dahulu ingin masuk ke dalam Baitullah dan salat di dalamnya, maka Rasulullah menggandeng tangan dan membawaku masuk ke dalam Hijr lalu bersabda: 'Salatlah di dalam Hijr jika engkau ingin masuk ke dalam Baitullah, karena sesungguhnya Hijr itu adalah bagian dari Baitullah.

Akan tetapi kaummu (Quraisy) kekurangan biaya ketika membangun Kakbah (merenovasinya) sehingga mereka terpaksa mengeluarkannya dari Baitullah' (Sunan Abu Dawud: 2030).

"Salat di dalam Hijr dihukumi sama dengan salat di luar Kakbah. Tidak terdapat keutamaan khusus dari salat di luar Kakbah, akan tetapi jika seseorang ingin merasakan salat di dalam Kakbah, maka Hijr bisa menjadi alternatifnya," tutur pria yang juga muthawif (pembimbing-red) haji dan umrah ini.

Rafiq menjelaskan cara salatnya pun seperti halnya salat biasa. Anda bisa melakukan salat duha, salat istikharah atau salat tahajud di dalamnya. "Tidak ada salat khusus yang diniatkan untuk dilaksanakan di dalam Hijr Ismail," katanya.

Sabtu

ADAB DAN KEUTAMAAN DI TANAH SUCI Keutamaan Adab di Mekkah dan Madinah

Adab Keutamaan Di Tanah Suci - Umat Islam memiliki tiga Tanah Suci: Makkah, Madinah dan Palestina. Makkah dan Madinah menjadi pusat kegiatan ibadah haji bagi umat Islam.

ADAB DAN KEUTAMAAN DI TANAH SUCI Keutamaan Adab di Mekkah dan Madinah
Dikutip dari buku 'Amalan di Tanah Suci: Membantu Haji & Umrah Anda Lebih Produktif' karya H Rafiq Jauhary, Rabu (7/9/2016), Kota Makkah pertama kali dikenal menjadi Tanah Suci berkat doa Nabi Ibrahim AS. Nabi Ibrahim juga juga dipercaya menetapkan batas-batas kesuciannya. Sedangkan Kota Madinah, kesuciannya ditetapkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Batas Tanah Suci Makkah: 

1. Sebelah barat terdapat tugu di Hudaibiyah (22 km dari Masjidil Haram)
2. Sebelah selatan terdapat tugu di Idha'ah Liben (12 km dari Masjidil Haram)
3. Sebelah timur terdapat tugu di lembah Uranah (15 km dar Masjidil Haram)
4. Sebelah timur laut terdapat tugu di kampung Syarai al Mujahidin (16 km dari Masjidil Haram).

"Di antara para peziarah mungkin banyak yang bertanya, apa yang dimaksud dengan Tanah Suci? Yang dimaksud Tanah Suci adalah terbebasnya daerah tersebut dari cela, namun kenapa terbebas dari cela? Ini semua karena Tanah Suci memiliki keutamaan," tulis Rafiq Jauhary.

Keutamaan Kota Makkah: 

1. Salat di dalam Masjidil Haram akan dilipatgandakan pahalanya sebanyak 100.000 kali, begitupun dengan ibadah lainnya.
2. Kota tempat dilahirkan dan dibesarkannya Nabi Muhammad hingga kemudian diutus menjadi Rasul yang berdakwah selama 12 tahun di kota tersebut.
3. Kota tempat dibangunnya Baitullah dan menjadi tempat dilaksanakannya ibadah haji dan umrah.
4. Kota yang paling dicintai Rasulullah SAW.
5. Kota yang diberkahi Sha' dan Mudd-nya (takaran zakat/sedekah-red).
6. Kota yang dijamin memberikan keamanan untuk orang yang memasukinya.
7. Kota yang tidak akan dimasuki Dajjal di hari akhir.

Keutamaan Kota Madinah: 

1. Salat di Masjid Nabawi akan dilipatgandakan pahalanya sebanyak 1000 kali, begitupun ibadah lainnya.
2. Kota tempat hijrahnya Rasulullah SAW dan para sahabat sehingga Islam dapat berkembang pesat karena bantuan orang Anshar.
3. Kota yang diberkahi Sha' dan Mudd-nya (takaran zakat/sedekah-red) dua kali lipat.
4. Kota yang akan menggugurkan dosa siapa saja yang tinggal di dalamnya.
5. Kota yang disunahkan bagi kita untuk dapat meninggal di dalamnya.
6. Kota yang tidak akan dimasuki Dajjal di hari akhir.

Karena keutamaannya inilah sehingga ada adab-adab yang perlu diperhatikan bagi para jemaah haji.

Berikut adab-adabnya:
1. Menjaga kesucian Tanah Suci dengan memperbanyak ibadah dan menjauhi maksiat.
2. Mengutamakan memberikan sedekah kepada para penduduk Tanah Suci.
3. Dilarang memasukinya kecuali orang muslim.
4. Dilarang membawa senjata dan membuat pertumpahan darah.
5. Dilarang mengganggu hewan-hewan di Tanah Suci
6. Dilarang merusak pohonnya.
7. Dilarang mengambil barang temuannya kecuali diumumkan selamanya.
8. Dilarang mencela orang Anshar (penduduk Madinah).
9. Dilarang merendahkan orang Quraisy.

 "Para sahabat dan ulama pun memberikan banyak contoh bagaimana menjaga adab di Tanah Suci. Seperti halnya Imam Malik, beliau tidak pernah mengendarai kendaraannya jika berada di kota Madinah dan tidak akan bersuara lantang karena merasa malu jika melebihi suara Rasulullah SAW.

Kerajaan Arab Saudi banyak menempel peringatan agar para peziarah menjauhi maksiat seperti merokok dan tidak meludah sembarangan," ujar Rafiq.
Related Posts with Thumbnails

Video Lagu Musik Religi Islami 2016 Sambut Lebaran 1437H

Loading...