Sabtu

Tips Kesehatan Seksual: Disfungsional Seksual Bukan Monopoli Kaum Pria

Disfungsional seksual pria wanita. Hari ini seharian belum blgowalking, karena dari pagi sampe sore nemenin Budenya Fauzan mengikuti Simposium Advances In Urology Update di Hotel Sahid. Simposium ini dihadiri lebih dari 500 dokter dari seluruh Indonesia dan dibuka oleh Sukamdani Sahid Gitosardjono, pemimpin tertinggi Sahid Group dan seorang pengusaha besar yang punya peran penting dalam mengembangkan organisasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Sekedar info, hari ini Pak Sahid berulang tahun yang ke 81 dan perayaannya ditandai dengan penandatanganan MOU antara Sahid Sahirman Memorial Hospital dengan ParkWayHealth Singapore. Emang beda ya kalo pengusaha punya hajatan :)

Yang paling menarik dari Simposium tersebut adalah pembahasan mengenai Disfungsional Seksual yang ternyata tidak hanya dialami oleh kaum pria, tetapi juga oleh wanita!

Mau tahu berapa jumlah penderitanya?

Di Amerika, wanita yang mengalami Disfungsional Seksual mencapai 40 juta orang lebih. Hal ini sudah dideteksi sejak tahun 1950-an! Bagaimana dengan di Indonesia? Teryata tidak mau kalah lho :) Diperkirakan penderitanya mencapai 40%! Sayangnya tadi kurang begitu konsentrasi ngikutin uraian si pembawa malakah, datanya dari mana dan siapa yang survei. Tahu sendiri kan yang namanya Simposium, kalo terlalu konsentrasi dengerinnya dijamin...nguantuk :)

Berikut ini gangguan yang timbul sebagai akibat dari dampak Disfungsional Seksual pada kaum hawa:
  • Gangguan gairah. Merupakan kegagalan dalam merespon tindakan responsif dari pasangannya...dalam hal ini tentu saja dari sang suami ya :)
  • Gangguan perangsangan. Merupakan kegagalan dalam menanggapi usaha pasangan dalam memberikan rangsangan pada daerah vital. Kurang tahu apa bedanya dengan nomer satu ya. Bagi saya sepertinya sama saja.
  • Gangguan nyeri. Penderita merasakan nyeri pada alat vital dan mengakibatkan rasa takut untuk meneruskan berhubungan. Sepertinya terkait dengan faktor psikologi juga ya.
  • Gangguan orgasme. Hal ini berkaitan dengan kegagalan dalam mencapai coitus, yang merupakan tahap akhir sebelum proses resolusi. Mohon maaf kalo saya tidak menjelaskan secara detail mengenai istilah coitus dan resolusi ya, monggo jangan sungkan cari di Google aja :)

Sebenarnya ada lima gangguan, tetapi ada satu yang lupa...beneran ngantuk banget!!!

Sebelumnya saya mohon maaf kalo ternyata bagi sebagian orang tulisan di atas terkesan vulgar ya. Hanya ingin berbagi dengan teman-teman bahwa mungkin selama ini Disfungsional Seksual begitu melekat dengan kaum pria dan terkadang mengakibatkan kaum hawa mengabaikannya. Padahal, bila kita tahu akibat ketidaktahuan kita atas masalah ini dapat mengakibatkan hubungan yang kurang harmonis antara suami dan istri. Mungkin pernah denger dengan kata-kata ini "perut yang sakit eh malah giginya yang dicabut". Bahasa Inggrisnya "mensana in corpoe sano"...nyambung ga sih?

Bisa jadi kegagalan suami dalam memuaskan sang istri bukan semata-mata karena ketidakmampuannya, melainkan karena pasangannya mengalami gangguan dan tidak dapat merasakan gairah atau menerima rangsangan.


Nah, kira-kira apa ya akibat yang lebih besar lagi? Mereka sulit untuk mendapatkan keturunan! Si pembawa makalah bercerita bahwa hal ini terjadi pada salah seorang pasiennya. Bertahun-tahun tidak punya anak karena merasa ketakutan saat akan berhubungan dengan suami dan membayangkan rasa sakit yang timbul. Bagaimana mungkin bisa punya anak ya.

Saya malah membayangkan kenyataannya yang ada sekarang ini:

Bila ada suami istri yang belum punya anak maka mereka cenderung menempuh jalan medis dengan meminta pasangannya memeriksakan dirinya ke dokter ahli kandungan untuk dicek apakah subur atau tidak, dites laboratorium apakah ada penyakit kista atau tidak, minum obat agar kerja sperma lebih kencang, atau cara non medis dengan minum telor bebek agar si suami tambah maknyus (mohon jangan disimpulkan ini pengalaman pribadi ya) dan cara-cara yang lazim diterapkan oleh mereka yang ingin memiliki keturunan,

So what do you think teman-teman blogger yang cerdas dan rupawan (pasti banyak yang protes nih...siapa yang cerdas dan rupawan...jangan nuduh ya!)

Jangan segan-segan untuk menutupi menceritakannya ya kalo ada pengalaman yang serupa :)

9 komentar:

  1. seep...
    kunjungan balik sekaligus dapet tambahan ilmu dan informasi...

    BalasHapus
  2. wah sayang saya ga jadi datang di simposium itu. ternyata banyak info menarik ya.

    BalasHapus
  3. Wach.. kl ak belum umur kasich comment yg beginian :D ckckckck ..

    Jadi pembaca aja dech :D

    Salam :)

    BalasHapus
  4. Postingnya menarik baget ni, saya suka banget..
    saya yajin pasti bermanfaat.
    Salam kenal ya.
    Silahkan berkunjung ke BLOG HEBOH dan kirim komentar untuk mendapatkan backlink GRATIS karena BLOG HEBOH menggunakan sistem DOFOLLOW alias KASIH COMMENT = TUKERAN LINK. hehehe..

    Oh iyah satu lagi gabung jadi pengikut saya yah..
    Di tunggu yah kedatangannya,.

    http://blogheboh.blogspot.com

    BalasHapus
  5. Yah.. masing2 orang emang punya problemnya masing2.. hehehhe...

    BalasHapus
  6. wah... bunda... makasih infonya... thanks udah sharing...

    BalasHapus
  7. manusia tidak ada yang sempurna baik wanita maupun pria. pria jg bisa menopause jgn salah lho...

    BalasHapus
  8. Pria monopousenya umur >120 tahun. Hari gini masih ad gk yg umur segitu??

    BalasHapus

Terima Kasih Atas Komentarnya Ya. Mampir Kembali :)

Related Posts with Thumbnails

Video Lagu Musik Religi Islami 2016 Sambut Lebaran 1437H

Loading...