Jumat

HAMIL ADA KISTA: Apakah Dapat Mengganggu Kehamilan? Bagaimana DAMPAKNYA Bagi IBU?

Kista bisa mengganggu kehamilan? Ya, dampaknya tergantung jenis, besar dan posisinya di jalan lahir.

KISTA adalah jenis tumor yang bentuknya seperti kantung tertutup, bisa berisi cairan atau setengah padat. Biasanya, kista tumbuh di indung telur (ovarium), vagina atau payudara.

Pengaruh Hormon ?

Kista umumnya terbentuk akibat reaksi pertahanan diri. Maka ada wanita yang mudah terkena kista, ada yang tidak. Penyebab pasti terkena kista dalam tubuh hingga kini belum jelas. Namun untuk beberapa jenis kista, faktor hormon seperti estrogen dan progesteron, dianggap punya pengaruh.

Ada kista yang keberadaannya dalam tubuh menetap, ada yang bertambah besar, juga ada yang hilang dengan sendirinya. Seringkali pertumbuhan kista, apalagi yang jenisnya menetap, tidak disadari oleh wanita yang bersangkutan, sebab memang tidak menimbulkan gejala.

Sebenarnya, kista jarang yang berbahaya. Tetapi, bila kista terus bertambah besar, adakalanya menekan tidak saja organ yang ditempeli, tetapi juga organ di sekitarnya. Yang lebih dikhawatirkan adalah kalau kista terpelintir, atau pecah dan terjadi pendarahan. Ini bisa membahayakan, sebab selain membuat wanita yang bersangkutan merasa nyeri yang amat sangat, juga menimbulkan perlekatan pada organ-organ disekitarnya dan merusak fungsi organ yang bersangkutan.

Kista dan Kehamilan

Keberadaan kista, khususnya di indung telur, belum tentu mengganggu jalannya kehamilan. Tindakan yang diambil dokter tentu sangat ditentukan oleh jenis kista, ukuran dan posisinya di jalan lahir, keganasan, usia kehamilan, serta keluhan dari wanita hamil itu sendiri. Bila kista bisa hilang dengan sendirinya. Misal, pada kista lutein (kista fungsional) yang memang tidak memerlukan pengobatan ataupun tindakan operasi. Bila kista masih terus ada hingga kehamilan memasuki 4 bulan dan diameternya lebih dari 5 cm, maka dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mempertimbangkan tindakan yang diperlukan. Bila kista besar, perlu dilakukan tindakan pembedahan, yang biasanya dilakukan pada kehamilan sekitar 18 minggu. Alasannya, pada saat ini plasenta sudah terbentuk dengan baik. Untuk perlu anda ketahui, kista yang besar bisa mempengaruhi letak janin dalam kandungan, atau menghalangi turunnya kepala di jalan lahir pada waktu menjelang persalinan. Bila kista besar tapi tidak menghalangi jalannya lahir
atau tidak menimbulkan gejala sakit, operasi dapat ditangguhkan hingga 3 bulan setelah wanita yang bersangkutan melahirkan. Bila dilakukan pembedahan, dokter akan menegakan diagnosis pasca pembedahan. Tujuannya untuk mengetahui jenis kista, termasuk keganasannya. Dengan demikian, bisa dilakukan penanganan (treatment) lebih lanjut.

JENIS KISTA OVARIUM

KISTA OVARIUM KISTA FUNGSIONAL, yang diperlukan tubuh wanita hamil untuk mempertahankan kehamilannya, dan yang akan menghilang setelah ari-ari terbentuk lengkap ( disebut juga kista lutein).

KISTA DERMOID, berasal dari sisa jaringan embrio (biasanya berisi lemak/tulang/rambut dan sebagainya).

KISTA ENDOMETRIOSIS, yang berisi cairan kecoklatan (kista coklat). Sifatnya, ikut tumbuh sesuai dengan siklus menstruasi karena sel-sel endometriosis sangat peka terhadap pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang berfluktuasi setiap bulan. Makanya, kista jenis ini punya kecenderungan membesar dan kambuh lagi meski sudah pernah diangkat.

KISTA TERINFEKSI, ini disebabkan adanya infeksi ikutan dengan tanda radang dan gejala klinis, seperti demam, rasa nyeri di perut bagian bawah, keputihan dan sebagainya.

1 komentar:

  1. hello.thanks for visiting my music blog :) Take care!

    BalasHapus

Terima Kasih Atas Komentarnya Ya. Mampir Kembali :)

Related Posts with Thumbnails

Video Lagu Musik Religi Islami 2016 Sambut Lebaran 1437H

Loading...